Rabu, 09 Maret 2011

Macam - macam Ikan Laut

Ikan Bertulang Rawan

Ikan bertulang rawan
Rentang fosil: 455–0 Ma
PraЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Silur Muda – Sekarang
Hiu putih besar, Carcharodon carcharias
Hiu putih besar, Carcharodon carcharias
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Infrafilum: Gnathostomata
Kelas: Chondrichthyes
Huxley, 1880
Subkelas
Elasmobranchii
Holocephali
Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati. Mereka dibagi menjadi dua subkelas: Elasmobranchii (hiu, pari dan skate) and Holocephali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri).
Anatomi
Rangka
Rangkanya bertulang rawan. Notokorda, yang ada pada yang muda, lambat laun digantikan oleh tulang rawan. Chondrichthyes juga tidak punya rusuk, maka jika mereka keluar dari air, berat tubuh dari spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka sendiri lama sebelum mereka lemas.
Karena tidak memiliki sumsum tulang, sel darah merah diproduksi di limpa dan jaringan khusus di kelaminnya. mereka juga menghasilkan organ yang disebut Organ Leydig yang hanya ditemukan pada ikan bertulang rawan, meski beberapa tidak memilikinya. Organ unik lain adalah organ epigonal yang mungkin berperan dalam sistem kekebalan. Subkelas Holocephali, grup yang sangat terspesialisasi, tidak mempunyai kedua organ ini.



Paus Sperma

Paus Sperma

Perbandingan ukuran dengan manusia
Perbandingan ukuran dengan manusia
Status konservasi

Rentan (IUCN)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Odontoceti
Famili: Physeteridae
Genus: Physeter
Spesies: P. macrocephalus
Nama binomial
Physeter macrocephalus
Linnaeus, 1758
Wilayah penyebaran Paus Sperma (diwarnai biru)
Wilayah penyebaran Paus Sperma (diwarnai biru)
Sinonim
Physeter catodon Linnaeus, 1758
Physeter australasianus Desmoulins, 1822
Scarred Giant detail
Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype).
Sebagian karena Melville, Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab.
Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot

Deskripsi fisik

Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar, lebih-lebih untuk pejantannya, yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk “kepala besar”. Berbeda dengan kulit licin yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain, kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari (“Great White Whale” dalam novel Melville, kalaupun ada, kemungkinan adalah albino). Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Namun, otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya.
Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam.
Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong, malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas, namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut.

Cakalang

Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Ikan berukuran terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Scombridae
Genus: Katsuwonus
Kishinouye, 1915
Spesies: K. pelamis
Nama binomial
Katsuwonus pelamis
(Linnaeus, 1758)
Gerombolan ikan cakalang
Tubuh berbentuk memanjang dan agak bulat, dengan dua sirip punggung yang terpisah. Sirip punggung pertama terdiri dari 14-16 jari-jari tajam. Sirip punggung kedua yang terdiri dari 14-15 jari-jari lunak. Sirip dubur berjumlah 14-15 jari-jari. Bagian punggung berwarna biru keungu-unguan hingga gelap. Bagian perut dan bagian bawah berwarna keperakan, dengan 4 hingga 6 garis-garis berwarna hitam yang memanjang di samping badan. Badan tidak memiliki sisik kecuali pada bagian barut badan (corselet) dan garis lateral.

Penyebaran

Cakalang dikenal sebagai perenang cepat di laut zona pelagik. Ikan ini umum dijumpai di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik. Cakalang tidak ditemukan di utara Laut Tengah. Hidup bergerombol dalam kawanan berjumlah besar (hingga 50 ribu ekor ikan). Makanan mereka berupa ikan, crustacea, cephalopoda, dan moluska. Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu.

Pemanfaatan

Cakalang fufu
Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo. Ikan cakalang diproses untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi (kaldu ikan) untuk masakan Jepang. Dalam makanan Manado, cakalang diawetkan dalam bentuk cakalang fufu (cakalang asap).

Tongkol

Ikan Tongkol
Ikan Tongkol


Tongkol/Tuna
adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging ikan ini berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (bluefin tuna), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi.

Ikan Bandeng


Chanos chanos
Chanos chanos
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Gonorynchiformes
Familia: Chanidae
Genus: Chanos
Spesies: chanos
Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).
Mereka hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra Pasifik, mereka cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 – 3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.
Ikan muda ini dikumpulkan dari sungai-sungai (disebut nener ) dan diternakkan di tambak-tambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan sangat cepat. Setelah cukup besar bandeng biasanya dijual segar atau beku, serta dikukus atau diasap.

Bandeng sebagai makanan

Bandeng bakar, salah satu cara pengolahan bandeng.
Ikan bandeng disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya ‘berduri’ dan kadang-kadang berbau ‘lumpur’/'tanah’.
Duri bandeng
Duri bandeng sebenarnya adalah tulang dari bandeng. Duri ini mengganggu kenikmatan dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan panci bertekanan tinggi (presto atau autoklaf) dalam waktu tertentu, sehingga duri ini menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika dikunyah.
Bau lumpur
Bau lumpur pada bandeng banyak dialami pada bandeng yang diambil dari tambak. Bandeng yang dipelihara di karamba hampir tidak berbau. Bau lumpur dapat diatasi dengan merendam ikan setelah dibersihkan dalam larutan cuka (dua sendok makan) selama sekitar setengah jam

Lobster

Homarus americanus
Homarus americanus
Lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, kadangkala juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Upafilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Upaordo: Pleocyemata
Infraordo: Astacidea
Famili: Nephropidae
Subfamilies dan Genera
  • Neophoberinae
    • Acanthacaris
  • Thymopinae
    • Nephropsis
    • Nephropides
    • Thymops
    • Thymopsis
  • Nephropinae
    • Homarus
    • Nephrops
    • Homarinus
    • Metanephrops
    • Eunephrops
    • Thymopides
Lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, kadangkala juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.
Biologi
Lobster bercapit jangan dibingungkan dengan lobster spiny, yang tidak memiliki capit (chelae) dan tidak berhubungan dekat. Hubungan terdekat dari lobster bercapit adalah lobster reef Enoplometopus dan tiga keluarga dari crayfish air tawar.
Industri lobster
Jaring lobster
Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecegah penangkapan lobster yang berlebihan.
Jenis lobster
Spesies lobster termasuk:
  • Atlantic deep-sea lobster (Acanthacaris caeca)
  • Prickly deep-sea lobster (Acanthacaris tenuimana)
  • Red lobster (Eunephrops bairdii)
  • Sculptured lobster (Eunephrops cadenasi)
  • Banded lobster (Eunephrops manningi)
  • Cape lobster (Homarinus capensis)
  • American lobster (Homarus americanus)
  • European lobster (Homarus gammarus)
  • Andaman lobster (Metanephrops andamanicus)
  • Arafura lobster (Metanephrops arafurensis)
  • Armored lobster (Metanephrops armatus)
  • Northwest lobster (Metanephrops australensis)
  • Caribbean lobsterette (Metanephrops binghami)
  • New Zealand lobster (Metanephrops challengeri)
  • Formosa lobster (Metanephrops formosanus)
  • Japanese lobster (Metanephrops japonicus)
  • African lobster (Metanephrops mozambicus)
  • Neptune lobster (Metanephrops neptunus)
  • Urugavian lobster (Metanephrops rubellus)
  • Sculpted lobster (Metanephrops sagamiensis)
  • Siboga lobster (Metanephrops sibogae)
  • China lobster (Metanephrops sinensis)
  • Red-banded lobster (Metanephrops thomsoni)
  • Velvet lobster (Metanephrops velutinus)
  • Bight lobster (Metanephrops boschmai)
  • Mitten lobsterette (Nephropides caribaeus)
  • Norway lobster (Nephrops norvegicus)
  • Spinetail lobsterette (Nephropsis acanthura)
  • Florida lobsterette (Nephropsis aculeata)
  • Prickly lobsterette (Nephropsis agassizii)
  • Scarlet lobsterette (Nephropsis atlantica)
  • Ridge-back lobsterette (Nephropsis carpenteri)
  • Gladiator lobsterette (Nephropsis ensirostris)
  • Saya de Malha lobsterette (Nephropsis malhaensis)
  • Ruby lobsterette (Nephropsis neglecta)
  • Pacific lobsterette (Nephropsis occidentalis)
  • Rosy (or two-toned) lobsterette (Nephropsis rosea)
  • Indian Ocean lobsterette (Nephropsis stewarti)
  • Red and white lobsterette (Nephropsis suhmi)
  • Grooved lobsterette (Nephropsis sulcata)
  • Bellator lobster (Thymopides grobovi)
  • Patagonian lobsterette (Thymops birsteini)
  • Nilenta lobsterette (Thymopsis nilenta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar